Kulwap-009: Maroko Dan Piala Dunia 2022

Maroko dan Piala dunia 2022.

Maroko berhasil mencuri perhatian dunia ketika mengalahkan Portugal di laga Piala Dunia 2022. Ada hal menarik dalam perspektif Islam bahwa Maroko tidak hanya sekedar membanggakan negaranya, akan tetapi menyampaikan pesan tentang Palestina. Selebrasi yang ditunjukkan para pemain Maroko dan suporternya menunjukan adanya nilai-nilai Islam yang kuat sebagai Muslim, seperti Achraf Hakimi yang mencium dan memeluk ibunya setelah kemenangan melawan Portugal. Hal ini mengingatkan kita tentang “Birrul walidain” yaitu pentingnya berbakti kepada orang tua. Pada kesempatan lainnya lagu (yel-yel) dari para suporternya yang menujukan mereka sangat mencintai tanah Palestina, hal ini mengingatkan tentang persaudaran Muslim (Muslim Brotherhood).

Maroko adalah sebuah negara di Afrika Utara, biasa disebut al-Mamlakah al-Maghribiyah atau Kerajaan Barat. Orang Turki menyebutnya Fez, orang Persia menyebutnya Marrakech (Tanah Tuhan). Maroko merupakan pintu gerbang masuknya Islam ke Spanyol. Thariq bin Ziyad atau dikenal dengan “Taric el Tuerto” dalam bahasa Spanyol artinya adalah “Tariq si Mata Satu”, beliau adalah seorang komandan militer dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M. Terbebasnya wilayah Andalusia memungkinkan peradaban Islam berkembang di daratan Eropa. Untuk mengenang keberhasilannya di dalam menaklukkan dan menguasai Andalusia, sebuah bukit yang persis terletak di bibir pantai semenanjung Iberia, diberi nama Jabal Thariq (gunung/bukit Thariq), karena dari bukit itulah Thariq Bin Ziyad memulai penyerangan terhadap Andalusia. Pada masa itu Maroko menjadi pusat peradaban dunia. Sebuah universitas Islam tertua didirikan di kota ini. Diberi nama sama dengan masjidnya yaitu Al-Qarawiyyin, Universitas ini didirikan oleh seorang wanita bernama Fatimah al-Fihri.

Selama ajang piala dunia 2022 ini, kita sering melihat supporter Maroko menyerukan tentang Palestina, hal ini dikarenakan kecintaan mereka sebagai saudara sesama muslim. Persaudaraan muslim ini juga terlihat pada dahulu kala ketika Salahuddin al Ayyubi akan membebaskan Baitul Maqdis pada 1187 M, beliau menyerukan kepada umat Islam di Syams, Iraq, Mesir, hingga Maroko. Pada saat itu Sultan Maroko Abu Yusuf Ya’qub menyambut seruan itu dengan mengirim 192 kapal untuk mengangkut mujahidin dan logistik. Akhirnya kemenangan diraih dari penjajahan pasukan Salib selama lebih dari 90 tahun berakhir.

Bab-ul-Maghribi (Morocco Gate) merupakan salah satu gerbang pada dinding barat al-Quds Masjid al-Aqsa, didirikan atas perintah Salahuddin al Ayyubi, dikhususkan untuk pasukan Maghribi yang berasal dari Maroko agar tinggal di Yerusalem, sehingga dibuatkan distrik khusus dengan nama distrik Maghribi. Karena gerbang ini khusus untuk orang Maroko gerbang ini juga dikenal sebagai ‘Gerbang Orang Moor’. Namun distrik Maghribi kini telah dirusak oleh penjajah zionis Israel yang berkuasa di sana sejak 1967.

Pada awal mulanya Maroko dibangun oleh Dinasti Almoravid/ Al-Murābiṭūn (1062-1150) mayoritas mereka bukanlah orang Arab, melainkan suku Berber hal ini tertuang dalam artikel Morocco as a Great Center of Islamic Science and Civilisation penulisnya Salah Zaimeche, phd. Dinasti Almoravid (Al-Murābiṭūn) adalah dinasti Muslim Berber pada abad ke 11 yang membentang di Maghreb barat dan Al-Andalus dengan ibukotanya Marrakesh, sebuah kota yang didirikan oleh Abu Bakar bin Umar sekitar 1070. Istilah “Almoravide” berasal dari bahasa Arab “al-Murabit” ( المرابط ), secara harfiah berarti “orang yang mengikat” tetapi secara kiasan berarti “orang yang siap berperang di sebuah benteng”, atau ada yang menyebutkan “rumah orang-orang yang terikat bersama di jalan Tuhan.” Sebelum memeluk agama Islam, orang Berber kebanyakan memeluk agama Kristen dan Yahudi. Suku Berber mempunyai peranan penting dalam perkembangan peradaban Islam, khususnya di masa pemerintaha Dinasti Al-Murabithun dan Al-Muwahidun yang ikut andil dalam mempertahankan kejayaan peradaban Islam di Eropa.

Sumber:
Zaimeche, Salah. (2004). Morocco as a Great Center of Islamic Science and Civilisation
https://muslimheritage.com/hist-cult-sci-moroc-11-14-c/
https://www.portal-islam.id/2022/12/maroko-bola-peradaban-islam.html?


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *